Hallo good people,
Ini adalah blog pertama saya, jadi mohon maaf kalau masih banyak kekurangan, tapi saya punya cerita yang menurut saya bisa membuat kita selalu bersyukur dalam keadaan apapun, cerita ini tentang teman dekat saya, bahkan dekat sekali tentang "Perjuangan Hidup", saking dekatnya saya merasa saya mengalami apa yang dia alami, sengaja saya buat beberapa part karena akan saya ceritakan beberapa fase kehidupannya...kita mulai ya....
Panggil saja Echa, begitu panggilannya, seorang anak laki-laki putih kurus asli Sunda, dibilang cakep ya lumayanlah bisa membuat orang selalu ingat wajahnya, dia anak kedua dari 5 bersaudara, kaka pertama berbeda ayah, jadi echa dan ketiga adiknya ini adalah anak dari pernikahan kedua ibunya, echa anaknya sangat periang, melankolis, sangat jahil dan lebih suka sendiri, namun sangat riang jika didepan ornag banyak padahal sebenarnya dia sangat suka dengan kesendirian.
"Assalammualaikum, papah pulang..."
"horeeeee papah pulang,,,"semua anak menghampiri berlari dari ruang TV ke ruang tamu depan, salam dan mengambil oleh-oleh yang dibawa, kecuali anak pertama biasa saja karena saat itu juga dia sedang belajar untuk ulangan Biologi di SMAnya, dan memang kurang dekat juga sih.
"Gimana mah sudah diperiksa ke dokter ?"Ayahnya bicara ke Ibunya.
"Udah, sudah jalan 1 bulan" Ibunya menjawab
"Alhamdulillah,, Adit, Echa, Aldi, Alin kesini dulu semua, oleh-olehnya simpen dulu, alhamdulillah mamah lagi hamil, nah jadi selama papah kerja kalian jangan pada nakal dan bantuin pekerjaan mamah, mamah ga boleh terlalu cape" ucap ayah.
Adik-adik echa masih konsen sama oleh-oleh yang ayahnya bawa beli di Indomaret yang baru buka jadi dapat hadiah boneka dan balon, mereka masih berebut...
Abang (kaka pertama) terlihat kaget, dan Echa dengan umur masih 9 tahun saat itu hanya tersenyum melihat mamah dan papah"
Seperti pesan ayahnya untuk membantu mamahnya dirumah, anak-anak ini sepertinya acuh saja, karena mungkin sudah terbiasa rumah berantakan, jadi ya acuh saja, karena sibuk main.
Kondisi rumah echa ini memang selalu berantakan, setrikaan menumpuk, piring jarang langsung dicuci, ngepel rumah sepertinya seminggu sekali, saya tau karena sering main dirumah echa ini kebetulan saya sekelas dan sebangku di SD yang jarakanya hanya 5 langkah dari rumah echa.
jadi setiap istirahat echa ini selalu disuruh pulang untuk makan, saya dan echa kelas 4 SD saat itu.
Masuk ke kehamilan ibunya yang ketiga bulan...
Seperti biasa ayahnya pulang bekerja sebagai kondektur bus "DOA IBU jurusan Tasikmalaya - Jakarta" jadinya kerjanya 2 hari kerja dan 2 hari libur, kalau pulang berarti ayahnya ada dirumah 2 hari,
"kalau suami pulang tolong disambut, setidaknya ambilin minum minimal, boro-boro makan mah"
Ibunya hanya cemberut saja sambil nonton TV, tidak respon apapun.
"Kerja cape, balik niatnya bisa istirahat malah dicemberutin, ya udah echa ayo temenin keluar beli nasi padang, papah laper, aldi dan alin mau ga ?, kata ayah, mereka menganguk mau.
"Ya sudah tunggu ya, eh Adit mana ?" kata ayah
"Lagi kerja kelompok pah dirumah A Andri" kata echa.
Jalan kaki lah mereka sekitar 500 m, dijalan ayahnya sambil pegang tangan Echa dan sambil bilang "Mamah kalau engga ada papah suka dirumah ga ?" ayah tanya
"Mamah suka ke warung belakang pah, terus dirumah aja" echa jawab
"Kamu suka bantuin mamah ga ?" ayah tanya lagi
"kalau engga cape weh pah, suka ngepel echa mah" echa jawab lagi.
"Setiap hari makan ?" tanya lagi
"Makan tapi siang & malam aja" jawab echa
"Pagi sebelum sekolah gak sarapan ?"ayah tanya
"Kan dikasih bekel 1000, jadi echa suka beli bubur 500, sisanya nabung di bu guru"echa jawab
Sampailah di RM Nasi padang...
Seperti biasa favorit mereka nasi+paru beli 3 bungkus plus tambah nasi 1 bungkus dan tambah kuah gulainya saja sebungkus, maklum penghasilan kondektur tidak terlalu besar, jadi ayahnya harus mengatur sebaik mungkin keuangannya, karena semua uangnya pasti disetor ke kas negara alias ibunya..hehehe
Dengan membawa bungkusan nasi padang tadi, sesampainya dirumah ayah membagikannya 1 bungkus untuk berdua, tapi ibunya tetap saja cemberut tidak menghiraukan.
Echa bilang sih ini awal mulanya mereka sering bertengkar, namun saat itu echa belum tau apa yang diributkan.
Lanjut sampai kehamilan ke 7 bulan ibunya, disitu echa merasa da yang tidak beres dengan keluarganya, karena ayahnya menjadi sering tidak pulang yang biasnaya 2 hari sekali menjadi seminggu sekali dan setiap pulangpun Ibunya masih bersikap tidak baik ke Ayahnya,
Dari situ Echa mulai mencari tau apa masalah mereka, dan suatu hari tiba-tiba ada seorang bapak-bapak datang ke rumah menanyakan ke Echa.
"Mamah mana ?"kata laki-laki itu
"Lagi ke pengkolan"echa jawab, (kalau disana kata "Pengkolan" itu sama dengan lagi ke Kota dan pasti belanja)
"Gaya amat !! Bayar hutang ga bisa !!" kata si Bapak kesal.
"Besok saya kesini lagi !!' sambil bapak itu pergi.
Lalu echa lapor ke ibunya kalau tadi ada orang yang marah-marah dan diceritainlah semua perkataannya, Ibunya cuma cuek saja dan bilang
"Gara-gara Papah kamu tuh !!" Ibunya sambil duduk dan kesal
"kenapa emang mah ?" echa jawab
"Ya itu ca mangkanya echa harus belajar yang bener supaya jadi orang sukses, ga kaya mamah dan papah yang salah" Ibunya menasehati.
Echa cerita ternyata keluarganya terlilit hutang, jadi pendapatan dan pengeluaran sangat tidak seimbang, habbit ibunya yang royal dan Ayahnya seorang kondektur membuat mereka terlilit hutang dan buat modal usaha yang tidak jalan, maklum ibu echa ini dulunya memang Orang kaya sehingga mungkin habbitnya sudah royal dan mengatur keuangan yang pas-pasan jadi tidak ter-manage dengan baik.
Ayah echa semenjak penagih hutang datang kerumah, tidak pernah pulang dan memberi nafkah, sampai tiba Ibunya melahirkan.
Saat itu Bulan Januari tanggal 20 tahun 2005 ibunya sedang berbaring karena sudah merasa mules, hari itu hujan deras sekali dan tidak berhenti hingga malam hari, Ibunya berpesan kepada anak-anaknya untuk tidur sekamar semua karena buat jaga-jaga kalau ibunya sudah harus ke RS, ibunya bilang akan kuat sampai besok baru masuk RS karena nunggu sudara yang sudah dihubungi untuk meminjam uang karna tidak ada uang sepeserpun saat itu, akhirnya mereka tidur.
Tiba-tiba pukul 02.00 pagi Ibunya membangunkan Adit dan Echa untuk minta tolong ke Bidan yang jaraknya 500 m dari rumah, akhirnya Echa dan Adir bergegas ke Bidan dan mengetuk-ngetuk pintu sampai sekitar 30 menit akhirnya bidan keluar, maklum dulu Hanphone kami masih belum punya.Bidan langsung bergegas ke rumah kami, Adit pun mencoba menghubungi Pamannya yang di bandung untuk minta tolong.
Dan akhirnya alhamdulillah pukul 10.00 Ibu Echa melahirkan seorang anak laki-laki dan semua biaya dibantu dari saudara-saudara.
Dan yang membuat Echa sangat sedih karena Ayahnya belum ada kabar juga, sampai menajdi pembicaraan tetangga dan saudara.
Disini mulailah masa kelam untuk kelaurga Echa dimulai, kehidupan yang awalnya normal dan harmonis sudah hancur, disini saya dan echa semakin dekat dan saya hanya bisa mendengar ceritanya saja karena menurut dia, dia sedikit lebih tenang dan echa berpesan ceritain sama orang-orang supaya selalu bersyukur, bahkan hingga saat ini setelah kita sibuk dengan kerjaan masing-masing kami masih berkomunikasi dengan baik.
Dan echa punya penyemangat dengan kata "AKU HARUS BISA . . . !!"
Lanjut part 2 ya, part 1 ini merupakan perkenalan dahulu, selanjutnya akan saya ceritakan bagaimana kelanjutan hidup seorang Echa yang harus menjaga ketiga adiknya dan bahkan masih bayi merah.
Terima Kasih.
No comments:
Post a Comment